Jakarta, 5 Oktober 2026 – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga sejumlah komoditas pangan di tingkat konsumen, dengan cabai rawit berada di level Rp103.250 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam tercatat Rp31.850 per kilogram. Pergerakan harga kedua komoditas tersebut menjadi perhatian karena cabai dan telur termasuk bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Harga cabai rawit yang telah menembus Rp100 ribu per kilogram menunjukkan tekanan harga masih terjadi pada komoditas hortikultura tersebut. Perubahan pasokan dari daerah produksi dapat memberikan pengaruh besar terhadap harga di pasar. Kondisi cuaca, distribusi, serta ketersediaan stok juga menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga cabai dalam waktu relatif singkat.
Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki karakter harga cukup fluktuatif. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi, kenaikan harga dapat berlangsung dengan cepat. Sebaliknya, peningkatan pasokan dari sentra produksi berpotensi membantu menurunkan harga apabila distribusi menuju pasar konsumen berlangsung lancar.
Sementara itu, telur ayam tercatat berada pada harga Rp31.850 per kilogram. Pergerakan harga telur berkaitan erat dengan keseimbangan antara produksi dan kebutuhan masyarakat, termasuk biaya yang harus ditanggung peternak. Harga pakan, distribusi, dan kondisi produksi menjadi beberapa komponen yang dapat memengaruhi harga telur di tingkat konsumen.
Pemantauan harga pangan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi perubahan yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Data harga juga dapat menjadi salah satu acuan dalam menentukan langkah stabilisasi apabila terjadi kenaikan yang terlalu tinggi. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dari daerah produsen menuju pasar.
Bagi masyarakat, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Komoditas seperti cabai dan telur cukup sering digunakan untuk konsumsi sehari-hari sehingga perubahan harga dapat terasa dalam anggaran belanja. Stabilitas harga menjadi penting agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi sekaligus memberikan tingkat harga yang wajar bagi produsen.
Catatan PIHPS mengenai cabai rawit Rp103.250 per kilogram dan telur ayam Rp31.850 per kilogram menjadi gambaran perkembangan harga pangan terkini. Pemantauan terhadap pasokan, distribusi, dan harga di berbagai wilayah perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi gejolak. Upaya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen menjadi bagian penting dalam mempertahankan stabilitas pangan nasional.





