Jakarta, 1 Mei 2026 — Suasana peringatan Hari Buruh di depan Gedung DPR RI semakin semarak dengan penampilan Cholil Mahmud, vokalis band Efek Rumah Kaca. Dalam aksi tersebut, Cholil tampil di atas panggung dan menyerukan solidaritas untuk para pekerja dengan teriakan “Hidup buruh!” yang langsung disambut meriah oleh massa.

Penampilan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan May Day 2026 yang dipadukan dengan aksi unjuk rasa dan hiburan.

Musik dan Aksi Berpadu

Kehadiran Efek Rumah Kaca memberikan warna berbeda dalam peringatan Hari Buruh tahun ini. Musik menjadi medium untuk menyuarakan aspirasi sekaligus membangun semangat solidaritas di antara para peserta aksi.

Lagu-lagu yang dibawakan juga sarat pesan sosial, sejalan dengan tema perjuangan buruh yang diangkat dalam aksi tersebut.

Seruan Solidaritas dari Panggung

Cholil menyampaikan dukungannya terhadap perjuangan buruh melalui orasi singkat di sela penampilan. Ia menegaskan pentingnya persatuan dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Seruan “Hidup buruh!” menjadi momen yang paling mencuri perhatian dan menggugah semangat massa yang hadir.

Massa Padati Area DPR

Ribuan buruh dari berbagai daerah berkumpul di sekitar Gedung DPR RI untuk menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraan, upah layak, dan perlindungan tenaga kerja.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, meski volume massa cukup besar.

Seni sebagai Media Perjuangan

Keterlibatan musisi dalam aksi sosial seperti ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan perubahan. Musik mampu menjangkau emosi publik dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Respons Positif dari Peserta

Banyak peserta aksi mengaku terinspirasi dengan penampilan Cholil dan Efek Rumah Kaca. Kehadiran mereka dinilai mampu meningkatkan semangat sekaligus mempererat kebersamaan di antara para buruh.

Momentum May Day yang Berbeda

Perayaan Hari Buruh tahun ini terasa lebih dinamis dengan kombinasi aksi dan pertunjukan seni. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga ruang ekspresi yang positif.

Dengan semangat solidaritas yang terus digaungkan, para buruh berharap suara mereka dapat didengar dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.