Mataram, 19 Oktober 2026 – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah mempersiapkan penyelenggaraan Festival Gendang Beleq sebagai upaya menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan pariwisata modern. Gendang Beleq merupakan salah satu kesenian khas masyarakat Sasak yang memiliki nilai sejarah dan filosofi dalam kehidupan sosial. Melalui kegiatan budaya tersebut, pemerintah berharap warisan tradisional tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Festival Gendang Beleq dirancang sebagai sarana untuk memberikan ruang apresiasi bagi para seniman dan kelompok kesenian tradisional. Pertunjukan musik khas Lombok tersebut memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan irama tabuhan gendang berukuran besar dengan berbagai instrumen pengiring. Penampilan para pemain biasanya disertai gerakan yang kompak dan penuh semangat sehingga menciptakan suasana pertunjukan yang menarik. Keunikan tersebut menjadikan Gendang Beleq sebagai salah satu kekayaan budaya yang memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan pariwisata daerah. Penyelenggaraan festival diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap keberadaan kesenian tradisional.
Dispar Mataram memandang pelestarian budaya sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan wisata tidak hanya berfokus pada keindahan alam dan fasilitas pendukung, tetapi juga dapat menonjolkan kekayaan tradisi masyarakat setempat. Festival budaya menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan identitas daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran pertunjukan tradisional dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin mengenal kehidupan dan kebudayaan masyarakat Lombok. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pariwisata diharapkan berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
Gendang Beleq memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Sasak dan telah menjadi bagian dari berbagai kegiatan adat serta perayaan tradisional. Kesenian ini tidak hanya menampilkan keterampilan memainkan alat musik, tetapi juga mencerminkan kebersamaan, kekompakan, dan semangat kolektif para pemainnya. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu dipahami oleh generasi penerus. Dalam perkembangannya, pertunjukan Gendang Beleq juga semakin dikenal sebagai salah satu daya tarik seni pertunjukan di Nusa Tenggara Barat. Pelestarian melalui festival diharapkan mampu menjaga keberadaan kesenian tersebut di tengah perubahan pola hiburan masyarakat.
Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi membuat masyarakat memiliki semakin banyak pilihan hiburan, sehingga kesenian daerah membutuhkan ruang pengenalan yang lebih luas. Melalui festival, anak-anak dan remaja dapat memperoleh kesempatan untuk menyaksikan secara langsung keunikan pertunjukan Gendang Beleq. Kegiatan tersebut juga berpotensi mendorong minat generasi muda untuk mempelajari teknik permainan alat musik tradisional. Dengan semakin banyaknya generasi penerus yang terlibat, keberlangsungan kesenian khas Sasak dapat lebih terjaga.
Selain memiliki nilai budaya, penyelenggaraan Festival Gendang Beleq juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan yang menarik perhatian pengunjung dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memasarkan produk lokal. Pedagang makanan, pengrajin suvenir, serta pelaku usaha jasa pariwisata dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama festival berlangsung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi daerah. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengembangkan kegiatan budaya yang memberikan manfaat bagi seniman sekaligus masyarakat sekitar.
Persiapan penyelenggaraan festival membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, komunitas seni, pelaku pariwisata, dan berbagai pihak terkait. Dukungan terhadap kelompok kesenian menjadi penting agar pertunjukan dapat menampilkan kualitas terbaik sekaligus mempertahankan unsur tradisionalnya. Pengelolaan kegiatan juga perlu memperhatikan kenyamanan pengunjung, keamanan lokasi, serta kelancaran pelaksanaan acara. Promosi yang tepat dapat membantu memperluas jangkauan informasi sehingga festival mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan Festival Gendang Beleq sebagai kegiatan budaya yang memiliki manfaat berkelanjutan.
Melalui persiapan Festival Gendang Beleq, Dispar Mataram menunjukkan komitmen untuk menjaga keberadaan kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas masyarakat Sasak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Keberhasilan penyelenggaraan festival akan sangat bergantung pada dukungan seniman, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kegiatan budaya secara konsisten dapat membantu memperkuat posisi Mataram sebagai salah satu tujuan wisata budaya di Nusa Tenggara Barat. Dengan menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata, Gendang Beleq diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Lombok hingga generasi mendatang.





