Ankara, 26 September 2026 – Türkiye menetapkan target produksi lima juta wahana udara nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) dalam lima tahun mendatang. Dalam jangka sepuluh tahun, jumlah produksi ditargetkan mencapai 10 juta unit. Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Türkiye Jenderal Selcuk Bayraktaroglu menyatakan kapasitas industri pertahanan nasional dinilai telah mampu mendukung sasaran tersebut. Target itu disampaikan ketika ia menghadiri latihan militer Denizkurdu-I/2026. Rencana produksi berskala besar tersebut menunjukkan semakin pentingnya sistem nirawak dalam strategi pertahanan Türkiye.
Bayraktaroglu menjelaskan Türkiye terus meningkatkan penggunaan sistem berawak dan nirawak secara bersamaan, termasuk dalam operasi maritim. Dalam latihan Denizkurdu-I/2026, militer Türkiye mendemonstrasikan UAV Kalkan serta drone FPV. Latihan juga menampilkan serangan terhadap sasaran permukaan menggunakan kapal nirawak kamikaze Pirana yang diproduksi MKE. Menurut Bayraktaroglu, sistem semacam itu akan memiliki peran semakin besar dalam operasi militer pada masa mendatang. Perkembangan teknologi nirawak dinilai telah mengubah konsep operasi angkatan laut secara signifikan.
Latihan Denizkurdu-I/2026 berlangsung pada 20–25 September di Laut Hitam, Laut Marmara, Laut Aegea, dan Mediterania Timur. Sekitar 14.000 personel dilibatkan bersama 100 kapal permukaan dan 50 pesawat. Selain sistem nirawak, kemampuan siber dan program berbasis kecerdasan buatan juga digunakan dalam berbagai tahapan latihan. Angkatan Laut menjadi unsur utama dengan dukungan Angkatan Darat, Angkatan Udara, dan Komando Penjaga Pantai. Skala latihan tersebut mencerminkan upaya Türkiye mengintegrasikan berbagai platform dan teknologi dalam operasi gabungan.
Türkiye juga mengembangkan beragam kategori UAV untuk kebutuhan intelijen, pengawasan, pengintaian, serta penyerangan sasaran. Program nasionalnya mencakup UAV mini dan mikro, loitering munition atau drone kamikaze, hingga UAV yang memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal. Sejumlah sistem tersebut telah masuk inventaris dan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional. Pengembangan produksi dalam jumlah besar membutuhkan rantai pasok serta kapasitas manufaktur yang kuat. Pemerintah Türkiye selama beberapa tahun terakhir terus mendorong peningkatan kemampuan produksi domestik untuk sektor pertahanan.
Industri drone Türkiye saat ini juga ditopang sejumlah perusahaan yang mengembangkan platform dengan karakteristik berbeda. Baykar, misalnya, tengah mempersiapkan pengiriman serial pertama pesawat tempur nirawak Bayraktar KIZILELMA pada 2026. Perusahaan tersebut juga memperluas kemampuan produksi mesin dan loitering munition serta membangun jalur produksi massal. Di sisi lain, Turkish Aerospace Industries (TUSAS) menjalankan produksi dan pengembangan platform seperti ANKA III. Peningkatan kapasitas dari berbagai produsen tersebut menjadi bagian dari ekosistem industri pertahanan Türkiye yang terus berkembang.
Perkembangan industri pertahanan Türkiye berlangsung melalui investasi jangka panjang pada produksi domestik dan pengembangan teknologi. Pada 2026, jumlah perusahaan yang melayani sektor pertahanan disebut telah melampaui 3.000 perusahaan, jauh meningkat dibandingkan sekitar dua dekade sebelumnya. Produk pertahanan Türkiye juga telah menjangkau pasar internasional, termasuk UAV yang menjadi salah satu komoditas penting dalam ekspor pertahanan negara tersebut. Ekosistem yang semakin luas memungkinkan pengembangan komponen, perangkat lunak, persenjataan, dan platform nirawak dilakukan secara terintegrasi. Kapasitas industri inilah yang menjadi dasar keyakinan pemerintah dan militer untuk mengejar target produksi UAV dalam jumlah jutaan unit.
Target lima juta UAV dalam lima tahun sekaligus memperlihatkan perubahan kebutuhan dalam lingkungan operasi militer modern. Türkiye tidak hanya mengembangkan UAV berukuran besar, tetapi juga sistem yang lebih kecil dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak untuk beragam misi. Integrasi UAV, kapal nirawak, kendaraan bawah air nirawak, kecerdasan buatan, dan sistem berawak diperkirakan semakin menentukan konsep operasi militer negara tersebut. Namun, rincian mengenai komposisi jenis UAV yang akan masuk dalam target lima juta unit belum dijabarkan secara terperinci dalam pengumuman tersebut. Türkiye sementara menempatkan peningkatan kapasitas produksi dan teknologi nirawak sebagai salah satu bagian penting dalam penguatan industri pertahanannya.





