Indramayu, 27 September 2026 – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatatkan 3,86 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan. Capaian tersebut menunjukkan penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja tetap menjadi perhatian dalam kegiatan operasional kilang. Jam kerja aman dihitung dari aktivitas pekerja dan mitra kerja yang menjalankan berbagai kegiatan di lingkungan perusahaan. Pencapaian ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan operasional Kilang Balongan.
Manajemen Kilang Balongan menilai pencapaian jam kerja aman membutuhkan kedisiplinan seluruh pekerja dalam menjalankan prosedur keselamatan. Aktivitas di lingkungan kilang memiliki karakteristik dan risiko tinggi sehingga setiap tahapan pekerjaan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Pengawasan, pemeriksaan peralatan, serta kepatuhan menggunakan perlengkapan keselamatan menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Budaya keselamatan juga terus diperkuat melalui keterlibatan pekerja dan perusahaan mitra.
Penerapan keselamatan kerja tidak hanya dilakukan ketika kegiatan operasional berlangsung normal, tetapi juga pada pekerjaan pemeliharaan maupun proyek pengembangan fasilitas. Setiap pekerjaan perlu melalui identifikasi bahaya dan penilaian risiko sebelum dilaksanakan. Langkah pencegahan kemudian disiapkan berdasarkan potensi bahaya yang ditemukan di lapangan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk menekan kemungkinan terjadinya insiden sekaligus melindungi pekerja dan fasilitas perusahaan.
Kilang Balongan merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, khususnya untuk wilayah Jakarta dan sebagian Jawa Barat. Keandalan operasional menjadi penting karena gangguan pada proses produksi dapat berdampak terhadap pasokan produk bahan bakar. Karena itu, aspek keselamatan ditempatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan keberlangsungan produksi. Kinerja keselamatan yang baik juga mendukung stabilitas operasi kilang dalam jangka panjang.
Selain penerapan prosedur, peningkatan kompetensi pekerja menjadi bagian dari penguatan keselamatan. Pelatihan, simulasi keadaan darurat, inspeksi lapangan, serta evaluasi terhadap potensi risiko dilakukan untuk meningkatkan kesiapan personel. Pekerja juga didorong untuk melaporkan kondisi tidak aman yang ditemukan sebelum berkembang menjadi insiden. Sistem pelaporan tersebut membantu perusahaan melakukan tindakan korektif secara lebih cepat.
Pencapaian 3,86 juta jam kerja aman menjadi indikator penting, tetapi tetap membutuhkan konsistensi agar dapat dipertahankan. Risiko pekerjaan di industri pengolahan minyak membuat kewaspadaan tidak boleh berkurang meskipun catatan keselamatan menunjukkan hasil positif. Evaluasi terhadap prosedur dan kondisi fasilitas perlu dilakukan secara berkelanjutan mengikuti perkembangan kegiatan operasional. Perusahaan juga perlu memastikan seluruh kontraktor dan mitra kerja menjalankan standar keselamatan yang sama.
Kilang Balongan berupaya menjadikan keselamatan sebagai budaya yang melekat dalam setiap aktivitas pekerja. Catatan jutaan jam kerja tanpa kecelakaan diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran terhadap risiko pekerjaan. Dengan menjaga aspek keselamatan, perusahaan dapat sekaligus melindungi pekerja, fasilitas, masyarakat sekitar, dan keberlanjutan produksi energi. Konsistensi penerapan standar keselamatan menjadi kunci agar kinerja operasional kilang tetap aman dan andal.





