Jakarta, 13 Agustus 2026 – LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai bakal beroperasi setiap hari dengan jam layanan mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Kepastian mengenai waktu operasional tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau kesiapan LRT Jakarta di Stasiun Manggarai. Pola operasional tersebut akan dibuat serupa dengan layanan KRL sehingga masyarakat memiliki pilihan transportasi umum sejak pagi hingga tengah malam. Kehadiran layanan dengan waktu operasi yang panjang diharapkan dapat memudahkan mobilitas warga Jakarta, khususnya masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan Jakarta Timur. LRT juga diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung baru transportasi publik ibu kota.
Jalur LRT Jakarta yang diperpanjang hingga Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dan terdiri atas 11 stasiun. Perpanjangan tersebut merupakan kelanjutan dari lintasan yang sebelumnya melayani kawasan Pegangsaan Dua hingga Velodrome. Lima stasiun baru berada di jalur Velodrome-Manggarai, yakni Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai. Dengan tersambungnya jalur tersebut, masyarakat dari kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya akan memperoleh akses langsung menuju salah satu simpul transportasi penting di Jakarta. Pengembangan ini sekaligus memperluas cakupan layanan LRT Jakarta dan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya.
Perpanjangan LRT hingga Manggarai diperkirakan akan memberikan perubahan cukup besar terhadap pola perjalanan masyarakat. Sebelum jalur diperpanjang, layanan LRT Jakarta hanya menjangkau Velodrome sehingga masyarakat yang ingin menuju kawasan lebih jauh harus berganti moda. Dengan hadirnya stasiun Manggarai, perjalanan dapat dilanjutkan melalui jaringan transportasi yang lebih luas karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik penting dalam sistem kereta perkotaan Jakarta. Penumpang juga nantinya dapat memanfaatkan integrasi antara LRT dan KRL tanpa harus keluar dari kawasan stasiun untuk berganti moda. Kondisi tersebut membuat Manggarai berpotensi menjadi salah satu pusat perpindahan penumpang terbesar dalam jaringan transportasi publik Jakarta.
Dari sisi kapasitas, LRT Kelapa Gading-Manggarai diperkirakan dapat mengangkut sekitar 60 ribu penumpang per hari pada tahap awal pengoperasian. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 80 ribu penumpang setiap hari ketika layanan sudah mencapai kondisi normal. Perkiraan tersebut menunjukkan besarnya potensi kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang terhubung dengan kawasan strategis. Pertumbuhan jumlah penumpang juga akan sangat bergantung pada kenyamanan, ketepatan waktu, frekuensi perjalanan, serta kemudahan perpindahan menuju moda transportasi lainnya. Jika seluruh komponen tersebut dapat berjalan dengan baik, LRT berpeluang menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan rutin di kawasan Jakarta Timur dan pusat kota.
Pengoperasian mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan pola aktivitas yang berbeda-beda. Pekerja yang harus berangkat sejak pagi dapat memanfaatkan layanan LRT untuk menuju tempat kerja tanpa harus menunggu moda transportasi lain mulai beroperasi. Demikian pula masyarakat yang pulang pada malam hari memperoleh pilihan perjalanan hingga tengah malam. Jam layanan yang panjang menjadi semakin penting bagi kota metropolitan seperti Jakarta karena aktivitas ekonomi dan sosial tidak berhenti setelah jam kerja berakhir. Ketersediaan transportasi publik pada malam hari juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi maupun layanan transportasi berbasis aplikasi.
Kesiapan infrastruktur LRT Jakarta Fase 1B saat ini telah memasuki tahap akhir. Progres proyek secara keseluruhan telah mendekati 98 persen, sementara sejumlah pekerjaan yang masih tersisa terutama berkaitan dengan sistem persinyalan di beberapa titik. Penyelesaian sistem tersebut menjadi bagian penting sebelum layanan dapat beroperasi penuh karena aspek keselamatan dan keandalan perjalanan harus dipastikan terlebih dahulu. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan dapat diselesaikan sebelum peresmian yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026. Dengan demikian, pengoperasian layanan tidak hanya bergantung pada selesainya pembangunan fisik stasiun dan jalur, tetapi juga kesiapan sistem pendukung perjalanan kereta.
Pengembangan LRT hingga Manggarai juga menjadi bagian dari rencana lebih besar untuk membangun jaringan transportasi publik yang saling terhubung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengembangan lanjutan yang dapat menghubungkan Manggarai dengan kawasan Dukuh Atas. Jalur tersebut nantinya berpotensi memperkuat koneksi antara berbagai moda transportasi di pusat Jakarta. Semakin banyak moda yang terhubung, semakin besar pula peluang masyarakat melakukan perjalanan tanpa menggunakan kendaraan pribadi dari titik awal hingga tujuan akhir. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan sekaligus mendorong peralihan masyarakat menuju transportasi umum.
Dengan jadwal operasional setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diproyeksikan menjadi salah satu pilihan penting dalam sistem transportasi ibu kota. Kehadiran jalur sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun memberikan akses baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas menuju kawasan Manggarai. Kapasitas awal sekitar 60 ribu penumpang per hari dan potensi peningkatan hingga 80 ribu penumpang menunjukkan besarnya peran yang dapat dimainkan LRT dalam mobilitas warga. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan berjalan tepat waktu, aman, nyaman, dan terintegrasi dengan moda lain. Jika seluruh aspek tersebut dapat dipenuhi, LRT Manggarai tidak hanya menjadi jalur baru, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari perubahan pola mobilitas masyarakat Jakarta menuju sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi.





