Jakarta, 11 September 2026 – Ratusan warga Thailand menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok dengan menuntut warga asing menghormati hukum, budaya, dan kedaulatan Thailand. Aksi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap perilaku sejumlah wisatawan asing, termasuk warga Israel, yang dinilai menimbulkan persoalan di sejumlah kawasan wisata. Para demonstran juga mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas warga asing yang diduga berusaha mengakali ketentuan kepemilikan properti dan penggunaan lahan. Mereka menilai keramahan Thailand terhadap wisatawan maupun investor tidak boleh dimanfaatkan untuk mengabaikan aturan yang berlaku. Pemerintah diminta memastikan aktivitas ekonomi warga asing dilakukan melalui mekanisme yang sah dan tidak menggunakan skema tertentu untuk memperoleh kendali atas aset yang secara hukum dibatasi. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas mengenai keseimbangan antara kepentingan industri pariwisata, investasi, dan perlindungan kepentingan masyarakat lokal.
Demonstrasi dipimpin aktivis dan tokoh media Thailand Sondhi Limthongkul yang menyampaikan surat terbuka kepada Duta Besar Israel untuk Thailand Alona Fisher-Kamm. Dalam pernyataannya, Sondhi menekankan bahwa sikap terbuka masyarakat Thailand terhadap pendatang tidak boleh dianggap sebagai kelemahan atau kesempatan untuk mengabaikan hukum setempat. Ia menyoroti berbagai keluhan mengenai pelanggaran aturan, gangguan ketertiban, serta perilaku yang dianggap tidak menghormati tradisi masyarakat lokal. Meski perhatian aksi banyak tertuju kepada wisatawan Israel, persoalan mengenai perilaku warga asing juga sebelumnya melibatkan pengunjung dari negara lain. Para demonstran meminta penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa membedakan kewarganegaraan. Mereka juga menginginkan pemerintah mengambil tindakan lebih cepat apabila terdapat warga asing yang terbukti melakukan pelanggaran.
Isu properti menjadi salah satu perhatian karena Thailand memiliki pembatasan terhadap kepemilikan tanah oleh warga negara asing. Pemerintah selama ini mengawasi praktik yang diduga menggunakan warga lokal atau struktur perusahaan tertentu sebagai perantara untuk menghindari ketentuan tersebut. Kekhawatiran semakin besar di kawasan wisata populer karena meningkatnya permintaan properti dapat memengaruhi harga tanah dan tempat tinggal bagi masyarakat setempat. Para demonstran meminta otoritas memperketat pemeriksaan terhadap transaksi yang melibatkan warga asing dan memastikan tidak terdapat kepemilikan terselubung yang bertentangan dengan hukum. Mereka juga mendorong transparansi mengenai aktivitas perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan investor asing. Pengawasan tersebut dinilai penting agar investasi tetap memberikan manfaat ekonomi tanpa mengurangi kemampuan masyarakat lokal memperoleh akses terhadap tanah dan properti.
Pemerintah Thailand sebenarnya telah meningkatkan tindakan terhadap warga asing yang melanggar ketentuan keimigrasian maupun aturan lainnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempercepat mekanisme deportasi terhadap warga asing yang melakukan pelanggaran atau menunjukkan perilaku yang dianggap tidak diinginkan. Kebijakan tersebut mendapat perhatian setelah seorang warga Israel dideportasi menyusul perkara ancaman terhadap pemilik kebun binatang di Koh Samui yang memasang bendera Palestina. Kasus tersebut menjadi salah satu insiden yang meningkatkan perhatian publik terhadap perilaku wisatawan asing. Seorang warga Prancis yang terlibat dalam sejumlah persoalan berbeda juga kemudian diperintahkan meninggalkan Thailand. Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut berlaku bagi warga asing secara umum dan tidak diarahkan hanya kepada satu kewarganegaraan tertentu.
Thailand berada dalam posisi yang membutuhkan keseimbangan karena sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Jutaan wisatawan asing datang setiap tahun dan menggerakkan bisnis hotel, restoran, transportasi, perdagangan, hingga berbagai usaha masyarakat. Wisatawan Israel menjadi salah satu kelompok yang jumlahnya mengalami peningkatan, dengan lebih dari 277.000 orang tercatat mengunjungi Thailand selama delapan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Besarnya aktivitas wisata memberikan manfaat ekonomi, tetapi peningkatan jumlah pengunjung juga membutuhkan pengelolaan yang mampu menjaga ketertiban. Pemerintah menegaskan wisatawan tetap harus mematuhi hukum dan norma setempat tanpa memandang besarnya kontribusi ekonomi yang mereka berikan.
Pemerintah Israel merespons perhatian masyarakat Thailand dengan menyatakan kekhawatiran tersebut dipandang serius. Kedutaan Besar Israel di Bangkok menyampaikan komitmen untuk meningkatkan edukasi kepada warga negaranya yang berkunjung ke Thailand. Panduan mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berada di Thailand juga menjadi salah satu langkah yang dibahas. Informasi tersebut diharapkan membantu wisatawan memahami hukum, kebiasaan, dan norma masyarakat sebelum maupun selama melakukan perjalanan. Wakil Kepala Misi Israel Rami Teplitskiy menyatakan kedutaan akan terus bekerja untuk menjaga hubungan kedua negara berdasarkan rasa saling menghormati. Pemerintah Israel juga mengakui warga yang terbukti melanggar hukum Thailand harus menghadapi konsekuensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Duta Besar Israel Alona Fisher-Kamm juga telah bertemu Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow untuk membahas kekhawatiran yang berkembang. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara mencegah persoalan wisatawan berkembang menjadi ketegangan diplomatik yang lebih luas. Thailand menegaskan negaranya tetap terbuka terhadap wisatawan internasional, tetapi keramahan tersebut tidak berarti pengunjung bebas melakukan tindakan yang merugikan masyarakat. Pemerintah Israel menawarkan penyusunan panduan khusus bagi wisatawan untuk meningkatkan kesadaran mengenai aturan selama berada di Thailand. Komunikasi antarpemerintah dipandang penting karena sebagian persoalan dapat dicegah melalui edukasi sebelum wisatawan tiba. Penegakan hukum tetap menjadi kewenangan Thailand apabila pelanggaran benar-benar terjadi di wilayahnya.
Persoalan properti asing sementara itu diperkirakan tetap menjadi perhatian pemerintah di luar polemik mengenai wisatawan Israel. Pertumbuhan kawasan wisata telah meningkatkan nilai ekonomi tanah di sejumlah daerah dan menciptakan peluang investasi yang besar. Kondisi tersebut juga membuka kemungkinan munculnya praktik yang berusaha menghindari pembatasan kepemilikan melalui skema perusahaan atau penggunaan nama warga Thailand. Pemerintah perlu memastikan perusahaan yang terdaftar secara hukum benar-benar menjalankan struktur kepemilikan sesuai ketentuan dan bukan sekadar menjadi perantara. Pengawasan dapat melibatkan pemeriksaan dokumen perusahaan, sumber pendanaan, transaksi tanah, serta pihak yang memperoleh manfaat sebenarnya dari sebuah aset. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat bahwa aturan mengenai kepemilikan properti diterapkan secara adil.
Di sisi lain, perhatian terhadap kasus tertentu tidak boleh berkembang menjadi generalisasi terhadap seluruh wisatawan berdasarkan kewarganegaraannya. Kedutaan Israel menilai sorotan publik terhadap beberapa insiden tidak seharusnya dianggap mewakili perilaku seluruh warga Israel yang datang ke Thailand. Sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir juga melibatkan wisatawan dari negara berbeda. Pemerintah Thailand karena itu menghadapi tantangan untuk merespons kekhawatiran masyarakat tanpa menciptakan perlakuan diskriminatif terhadap kelompok tertentu. Penegakan hukum berdasarkan tindakan individual menjadi pendekatan yang diperlukan agar ketertiban tetap terjaga. Wisatawan yang mematuhi ketentuan tetap dapat melakukan perjalanan dan aktivitas secara normal, sedangkan pelanggaran ditangani berdasarkan bukti serta aturan yang berlaku.
Demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel pada akhirnya memperlihatkan meningkatnya perhatian masyarakat Thailand terhadap dampak kehadiran warga asing di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata. Tuntutan tidak hanya berkaitan dengan perilaku wisatawan, tetapi juga menyentuh persoalan kepemilikan properti, aktivitas usaha, dan perlindungan kepentingan masyarakat lokal. Pemerintah Thailand diharapkan memperkuat pengawasan tanpa mengurangi keterbukaan negara terhadap wisatawan dan investasi yang dilakukan secara sah. Israel sementara itu berupaya merespons melalui edukasi perjalanan dan komunikasi diplomatik dengan pemerintah Thailand. Penyelesaian persoalan membutuhkan kombinasi antara penegakan hukum, pengawasan transaksi, edukasi wisatawan, dan komunikasi antarpemerintah. Dengan pendekatan tersebut, Thailand berupaya mempertahankan posisinya sebagai tujuan wisata internasional sekaligus memastikan setiap warga asing menghormati hukum dan kedaulatan negara.





