Bogor, 20 September 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memperluas pasar dengan memanfaatkan media sosial dan jaringan media. Strategi tersebut dijalankan melalui program 1001 Pasar Rakyat serta Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar dalam rangkaian RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor. Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar, sementara 100 pelaku usaha mendapatkan penguatan kapasitas pemasaran melalui workshop. Muhaimin menilai pemberdayaan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan dan pendampingan. Pelaku usaha juga harus mendapatkan akses nyata menuju konsumen dan pasar yang lebih luas.
Muhaimin mengatakan ruang yang dimiliki media dapat dimanfaatkan sebagai tempat mempertemukan produk masyarakat dengan calon konsumen. Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan media harus menghasilkan dampak ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Karena itu, kegiatan seperti bazar tidak diharapkan hanya menjadi acara seremonial yang selesai ketika kegiatan berakhir. Bazar ditempatkan sebagai bagian akhir dari rangkaian pemberdayaan yang dimulai dari pelatihan, pendampingan, proses produksi hingga pemasaran. Pola tersebut diharapkan membantu UMKM membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Penguatan kemampuan digital menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Sebanyak 100 peserta mengikuti workshop optimalisasi media sosial dengan materi yang diarahkan pada peningkatan kemampuan pemasaran dan perluasan jangkauan konsumen. Pemateri berasal dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, serta pelaku usaha lokal. Kemampuan mengelola media sosial dinilai semakin penting karena konsumen kini dapat dijangkau tanpa bergantung sepenuhnya pada lokasi penjualan fisik. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk UMKM daerah memiliki kesempatan dikenal oleh konsumen dari wilayah yang lebih luas.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison menekankan pentingnya proses kurasi sebelum UMKM mendapatkan akses pasar lebih luas. Kurasi dilakukan agar produk dan pelaku usaha yang terlibat memiliki kesiapan untuk berkembang setelah mendapatkan ruang promosi. Pendampingan juga dibutuhkan agar peningkatan penjualan tidak hanya berlangsung selama bazar. Pemerintah ingin membangun ekosistem yang menghubungkan peningkatan kapasitas dengan akses pemasaran. Dengan demikian, UMKM diharapkan memiliki lebih banyak saluran untuk menjangkau konsumen setelah program selesai.
Jaringan media yang menjangkau berbagai daerah juga dipandang dapat membantu memperluas model pemberdayaan tersebut di luar kota-kota besar. Muhaimin berharap pola kolaborasi pemerintah, media, dan pelaku UMKM dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Program pemberdayaan dinilai perlu hadir lebih dekat dengan sentra produksi dan tempat masyarakat menjalankan kegiatan ekonominya. Dalam rangkaian kegiatan di Bogor, Muhaimin juga mengunjungi sentra produksi sepatu di Ciomas untuk melihat proses produksi sekaligus berdialog dengan para perajin. Kawasan Ciomas dipilih karena memiliki sentra industri alas kaki yang menjadi salah satu kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Dorongan memperluas pasar menjadi penting mengingat besarnya peran UMKM dalam perekonomian nasional. Data pemerintah yang dikutip dalam kegiatan tersebut menunjukkan jumlah UMKM berdasarkan Basis Data Tunggal UMKM per 31 Desember 2025 mencapai sekitar 30,2 juta unit usaha. Sekitar 30,11 juta di antaranya merupakan usaha mikro, sedangkan 73.828 masuk kategori usaha kecil dan 15.313 merupakan usaha menengah. Sektor UMKM juga disebut berkontribusi sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Besarnya skala tersebut membuat peningkatan akses pasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan usaha masyarakat.
Strategi yang dibawa Muhaimin pada akhirnya diarahkan untuk menghubungkan tiga unsur utama, yakni peningkatan kemampuan pelaku usaha, ketersediaan ruang promosi, dan perluasan pasar melalui kanal digital maupun konvensional. Pemerintah ingin pelatihan menghasilkan kemampuan yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha, bukan hanya menambah pengetahuan. Kurasi dan pendampingan digunakan untuk meningkatkan kesiapan UMKM, sementara media sosial membuka kesempatan menjangkau konsumen secara lebih luas. Model tersebut juga diharapkan dapat direplikasi melalui jaringan yang tersedia di berbagai daerah. Dengan pendekatan itu, UMKM lokal didorong tidak sekadar bertahan, tetapi memiliki jalur yang lebih kuat untuk meningkatkan skala usaha dan kemandirian ekonomi.





