Jakarta, 16 September 2026 – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi palsu yang mencatut nama PT Pertamina (Persero) maupun anak perusahaan dalam grupnya. Modus yang beredar semakin beragam, mulai dari pengumuman rekrutmen, program hadiah, investasi, penawaran kerja sama, hingga tautan yang mengatasnamakan layanan resmi perusahaan. Informasi tersebut kerap dibuat menyerupai pengumuman resmi dengan menggunakan logo, foto, maupun identitas Pertamina agar terlihat meyakinkan. Pelaku kemudian mengarahkan calon korban untuk menghubungi nomor tertentu atau membuka tautan yang telah disiapkan. Dalam sejumlah kasus, masyarakat juga diminta mentransfer uang dengan alasan biaya administrasi atau kebutuhan lainnya. Kondisi tersebut membuat kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting sebelum masyarakat memberikan data maupun melakukan transaksi.
Salah satu modus yang kerap ditemukan adalah informasi mengenai lowongan pekerjaan palsu. Pelaku dapat mengirimkan surat panggilan seleksi yang dibuat menyerupai dokumen perusahaan dan mencantumkan nama pejabat tertentu. Calon korban kemudian diarahkan menggunakan jasa perjalanan atau melakukan pembayaran dengan alasan biaya transportasi, akomodasi, dan administrasi. Pola tersebut memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap kesempatan bekerja di perusahaan energi nasional. Informasi rekrutmen yang tidak melalui kanal resmi perlu dicurigai, terlebih apabila prosesnya mensyaratkan pembayaran tertentu. Masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mengikuti instruksi yang diberikan.
Modus lain menggunakan program hadiah atau undian untuk menarik perhatian pengguna media sosial dan aplikasi percakapan. Pelaku biasanya mengabarkan bahwa seseorang memperoleh hadiah uang tunai, kendaraan, atau keuntungan lain dari program yang disebut diselenggarakan Pertamina. Untuk menerima hadiah, calon korban diminta mengirimkan identitas pribadi, informasi rekening, kode verifikasi, atau sejumlah uang. Penggunaan identitas perusahaan besar membuat sebagian masyarakat dapat menganggap informasi tersebut benar tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Padahal, data yang diberikan dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan penipuan berikutnya. Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan membagikan informasi sensitif melalui saluran yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
Informasi palsu juga dapat muncul dalam bentuk penawaran investasi atau kerja sama bisnis yang menjanjikan keuntungan besar. Pelaku memanfaatkan nama Pertamina untuk meningkatkan kredibilitas penawaran dan mendorong calon korban segera mengirimkan dana. Tawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu singkat menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Penggunaan dokumen, logo, maupun foto fasilitas perusahaan tidak otomatis membuktikan sebuah penawaran berasal dari Pertamina. Materi visual tersebut dapat dengan mudah disalin dan dimodifikasi. Pemeriksaan melalui kanal komunikasi resmi menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan finansial.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan turut meningkatkan tantangan dalam menghadapi hoaks. Foto, rekaman suara, dan video kini dapat dimanipulasi sehingga terlihat semakin meyakinkan. Pelaku dapat membuat konten yang seolah-olah memperlihatkan pejabat perusahaan menyampaikan promosi atau menawarkan sebuah program. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak cukup hanya menilai informasi berdasarkan tampilan visual. Alamat situs, akun pengirim, nomor kontak, serta konteks informasi perlu diperiksa secara menyeluruh. Semakin besar keuntungan yang dijanjikan, semakin penting pula melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap tautan yang dikirim melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi percakapan. Situs palsu dapat dibuat menyerupai halaman perusahaan untuk mengumpulkan nama, nomor telepon, kata sandi, data rekening, atau informasi pribadi lainnya. Setelah memperoleh data tersebut, pelaku berpotensi menggunakannya untuk mengambil alih akun maupun melakukan penipuan lanjutan. Pengguna sebaiknya tidak memasukkan informasi pribadi apabila alamat situs terlihat tidak wajar atau berasal dari pesan yang tidak dikenal. Permintaan kode OTP dan kata sandi juga harus menjadi tanda bahaya. Informasi keamanan tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain.
Pertamina secara berkala mengingatkan masyarakat agar menggunakan kanal resmi ketika mencari informasi mengenai produk, layanan, promosi, maupun rekrutmen. Verifikasi menjadi semakin penting ketika sebuah informasi meminta pembayaran atau data pribadi. Masyarakat dapat membandingkan pengumuman yang diterima dengan informasi yang tersedia melalui saluran komunikasi resmi perusahaan. Apabila terdapat perbedaan, masyarakat sebaiknya tidak melanjutkan transaksi sampai memperoleh kepastian. Bukti berupa tangkapan layar, nomor telepon, maupun pesan juga dapat disimpan apabila terdapat indikasi penipuan. Langkah tersebut dapat membantu ketika kasus dilaporkan kepada pihak berwenang.
Pencegahan hoaks tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan yang namanya dicatut. Pengguna internet memiliki peranan penting dengan tidak langsung meneruskan pesan yang belum diketahui kebenarannya. Informasi palsu dapat menyebar dengan cepat ketika dibagikan berulang kali melalui grup percakapan dan media sosial. Kebiasaan memeriksa informasi sebelum membagikannya dapat membantu memutus rantai penyebaran. Keluarga juga dapat mengingatkan anggota yang kurang terbiasa dengan transaksi digital mengenai modus penipuan terbaru. Edukasi sederhana mengenai keamanan digital dapat mengurangi kemungkinan masyarakat menjadi korban.
Maraknya hoaks yang mengatasnamakan Pertamina menjadi pengingat bahwa nama perusahaan besar dapat dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban. Masyarakat perlu mencurigai informasi yang meminta transfer uang, data rekening, kode OTP, maupun identitas pribadi melalui saluran tidak resmi. Pengumuman mengenai rekrutmen, hadiah, investasi, dan program lainnya sebaiknya selalu diverifikasi sebelum ditindaklanjuti. Kehati-hatian menjadi semakin penting karena modus penipuan terus berkembang mengikuti teknologi digital. Tidak terburu-buru mengambil keputusan dapat menjadi perlindungan pertama ketika menerima penawaran yang terlihat menarik. Dengan kebiasaan melakukan verifikasi dan menjaga kerahasiaan data pribadi, risiko menjadi korban hoaks maupun penipuan yang mencatut nama Pertamina dapat ditekan.






