Jakarta, 27 Agustus 2026 – Kehadiran kucing di halaman rumah terkadang menimbulkan masalah, terutama ketika hewan tersebut sering menggali tanah, merusak tanaman, atau menjadikan area tertentu sebagai tempat buang kotoran. Selain menggunakan pagar atau penghalang fisik, beberapa tanaman dengan aroma tertentu dapat dimanfaatkan sebagai cara yang lebih alami untuk membuat kucing enggan mendekati area tertentu.
Berikut tujuh tanaman yang dapat dicoba:
1. Lavender
Lavender memiliki aroma yang kuat dan menyenangkan bagi manusia, tetapi aromanya dapat kurang disukai oleh sebagian kucing. Tanaman ini dapat ditempatkan di sekitar batas halaman atau area yang ingin dilindungi.
Selain membantu menjaga kucing menjauh, lavender juga memiliki nilai dekoratif sehingga halaman tetap terlihat menarik.
2. Rosemary
Rosemary dikenal sebagai tanaman herbal dengan aroma khas yang cukup kuat. Menanamnya di sekitar taman dapat menjadi salah satu cara alami untuk membuat kucing tidak terlalu tertarik mendekati area tersebut.
Tanaman ini juga relatif mudah dirawat dan dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.
3. Coleus canina
Tanaman yang dikenal dengan julukan scaredy cat plant ini kerap digunakan sebagai tanaman pengusir kucing. Daunnya mengeluarkan aroma tertentu ketika tersentuh atau tergesek.
Aroma tersebut dianggap tidak disukai kucing sehingga tanaman ini dapat ditempatkan di area yang sering didatangi. Namun, efektivitasnya dapat berbeda pada setiap kucing.
4. Geranium
Beberapa jenis geranium memiliki aroma yang kuat dan dapat membantu membuat area taman menjadi kurang menarik bagi kucing. Tanaman ini juga menghasilkan bunga dengan warna yang beragam sehingga cocok digunakan sebagai penghias halaman.
Geranium sebaiknya ditanam di lokasi yang mendapatkan pencahayaan sesuai kebutuhan jenisnya agar dapat tumbuh optimal.
5. Pennyroyal
Pennyroyal merupakan tanaman dari keluarga mint yang memiliki aroma cukup tajam. Aromanya dapat membantu mengurangi ketertarikan hewan tertentu untuk mendekati area yang ditanami.
Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Jangan memberikan tanaman atau minyak esensialnya kepada kucing karena beberapa bahan alami yang aman sebagai tanaman luar ruangan belum tentu aman jika tertelan atau digunakan secara langsung pada hewan.
6. Marigold
Marigold atau bunga tahi ayam memiliki aroma khas yang cukup kuat. Tanaman ini juga sering digunakan sebagai tanaman pendamping di kebun karena mudah ditanam dan memiliki bunga berwarna cerah.
Menanamnya di sekitar area tertentu dapat menjadi salah satu strategi untuk membuat halaman kurang menarik bagi kucing.
7. Serai
Serai memiliki aroma sitrus yang kuat dan dapat menjadi pilihan untuk ditanam di halaman. Selain dapat memberikan aroma yang tidak terlalu disukai sebagian kucing, serai juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan.
Tanaman ini dapat ditanam di area yang mendapatkan cukup sinar matahari dan memiliki drainase yang baik.
Meski demikian, tanaman bukanlah metode yang selalu berhasil untuk semua kucing. Respons hewan terhadap aroma tertentu dapat berbeda-beda. Karena itu, pemilik rumah sebaiknya mengombinasikan tanaman dengan cara lain yang aman.
Misalnya, area tanah yang sering digunakan kucing dapat ditutup menggunakan batu kerikil, mulsa kasar, atau penghalang fisik lainnya. Menjaga halaman tetap bersih juga dapat membantu mengurangi kemungkinan kucing kembali ke lokasi yang sama.
Hindari menggunakan bahan beracun, pestisida sembarangan, atau minyak esensial pekat untuk mengusir kucing. Cara tersebut dapat membahayakan kesehatan hewan maupun hewan lain yang berada di sekitar rumah.
Dengan memilih tanaman beraroma kuat dan tetap memperhatikan keamanan, halaman rumah dapat dibuat menjadi area yang lebih nyaman tanpa harus menyakiti kucing. Pendekatan alami juga memungkinkan pemilik rumah menjaga tanaman sekaligus tetap memperlakukan hewan dengan cara yang aman dan manusiawi.





